2011-04-08

Di tepi jurang

Ada masanya dalam hidup ketika saya berpikir saya berada di tepi jurang, melanjutkan impian untuk terbang adalah hal yang "dianggap" mustahil sementara terjun ke jurang itu namanya bunuh diri dunk.. Tepat berdiri di tempat berarti kita tidak memutuskan apa-apa.
Resiko untuk terbang adalah jatuh tapi menurut saya itu negative thinking, menurut saya positive thinking adalah ketika kita terbang terus sampai ke tujuan. Awan mungkin datang menghalangi atau bahkan badai dan juga hujan. Tapi perjalanan rasanya "kurang seru" tanpa hambatan. Bukan kurang seru aja si tapi nyaris tak mungkin.

Minggu malam beberapa waktu yang lalu kita nonton acara Mario Teguh, beliau bilang dalam hidup selalu ada pilihan, dari tiap pilihan ada baiknya dan ada kurangnya. Mana pilihan yang mesti diambil? Apapun itu segera putuskan. Tidak memilih itu resikonya lebih besar drpd memilih salah satu pilihan. "Persis seperti kata Ligwina Hananto bilang tidak berinvestasi lebih besar resikonya daripada investasi manapun :)"

Kenapa sih tiba-tiba jadi mellow. Saya cuma lagi merekap kejadian beberapa bulan terakhir, ketika merasa terpojok, ketika merasa direndahkan. Ketika setiap mata seakan menyalahkan. Terkadang saya pikir ketika lebih dari 2 orang menganggap saya salah mungkin bisa jadi saya memang salah. Saya coba intropeksi berkali-kali. Hasilnya cuma menghela napas.

Well, dalam hidup ujian makin hari makin berat, tapi itu akan membuat kita makin hari makin sabar sabaar sabaaaaaaarrr... :)

Post ini buat teman-teman yang sedang gundah gulana dan mengalami masa sulit... Tenang laaah ditemeninnn ko...

No comments:

Post a Comment