2014-04-13

[Book Review] LEAN IN by Sheryl Sandberg

My sister gave me this book, she said this book is totally recommended...
As soon as I read it, I fall in...
Its not just for Mother, Married Woman either Working Mom or Stay-at-home Mom and not just that, it will also great books to read for Single Woman and even Man.

taken from here (picture and quote)
Put your judgey pants away and listen to what the lady has to say before you ridicule her.
Inget postingan yang ini donk? Pas makan-makan itu ipar gw, ngasih gw buku ini. Dia bilang "Baca deh, bukunya bagus deh, lo pasti suka." Pas gw liat covernya bener kata review orang, kata-katanya memancing kontroversi. 

Tapi begitu gw baca baru bagian Introducing aja gw udah langsung bilang, gile neh perempuan open banget, jujur dan gw ngerasa relate to the whole story dan sampai akhirnya gw selesai baca, gw ga liat Sheryl nyuruh perempuan buat kerja kok. Basically dia cuma pengen perempuan lebih menghargai apa yang perempuan lain pilih.  

Berikut poin-poin yang gw anggap mengena banget :

1. Ambisius, kalo laki-laki terlihat ambisius rata-rata respon orang adalah "ya wajarlah namanya juga laki-laki" tapi coba kalo perempuan ambisius masih ada lho yang komentar "ah namanya perempuan udah yang paling bener di rumah aja ngurus anak ama suami ngapain sih kerja kantoran.Mau ngejar apa sih ntar anak ga keurus aja di rumah" Bahkan ini adalah beberapa reaksi orang kantor gw pas gw memutuskan resign dan ikut suami ke Taipei.
Dan yang paling nyebelin gw pernah denger orang kantor gw bilang gini "Terus anak lo di rumah sama siapa, parah lo anak ditinggal-tinggal, ntar kalo udah tua dimasukin panti jompo aja ama anak lo." 
Dan lebih ngenesnya mungkin gw dulu adalah salah seorang yang suka berpikiran kaya gini!
Disini Sheryl bilang bahkan di Amrik sekalipun yang selalu bilang mereka menganggap perempuan dan laki-laki itu equal, tetap masih banyak orang yang berpikir kaya cerita gw barusan.

2. Make your partner a real partner, kalo ditanya siapa laki-laki yang paling seksi di dunia? Wah bisa jadi gw langsung teriak Channing Tatum dan oh-my-god Chris Evans (mumpung Captain America lagi hot-hot nya). Tapi menurut Sheryl dan gw setuju banget. Sedikit kutipan dari bukunya
"Someone who thinks women should be smart, opinionated and ambititious. Someone who values fairness and expects or, even better, wants to do his share in the home. These men exist and , trust me, over time, nothing is sexier. (If you dont believe me, check out a faboloys little book called Porn for Women. One page shows a man cleaning a kitchen while insisting, "I like to get there things before I have to be asked." Another man gets out of bed in the middle of the night, wondering, "Is that the baby? I'll get her")"
Alhamdulillah banget, karena gw punya suami yang tanpa diminta langsung cuci piring setiap gw abis masak, nyapu lantai dan ngepel kalo gw belum bangun. Jadi ga cuma laki-laki sukses karena wanita yang hebat disampingnya lho, tapi wanita sukses didampingin lelaki hebat juga donk.

So below picture didn't applied for me
taken from here

3. Dont leave before you leave, berkaca dari pengalaman pribadi, gw dibesarkan sama ibu yang bekerja sebagai pegawai negeri, alasan mama, pekerjaan ini yang cocok buat ibu-ibu, sambil kerja bisa melipir sebentar anter anak sekolah, terus jemput dan anter ke rumah kakak perempuannya, pulang kantor langsung jemput dan pulang ke rumah. Dengan semua keuntungan ini, tetep punya pendapatan sendiri, buat belanja barang tersier (itu lho macam gelas, sendok, piring yang berlusin-lusin haha.. Peace Mam!). Gw bahkan inget berulang kali Mama cerita, pernah ditawarin jabatan lebih tinggi tapi selalu nolak, alasannya karena waktu itu Papa kerja diluar kota dan pulang setiap 2 minggu sekali. "Kalo saya kerja sampe malem terus anak saya siapa yang urus donk!" gitu jawaban Mama. 
Dari cerita itu gw salut banget sama Mama karena mengesampingkan keinginan demi anak,well eventually thats what mother always try to do, tapi kesimpulan gw waktu itu malah "Oh kalo udah punya anak, lupakanlah urusan karir, ga usah pengen ini itu, ntar anak ga keurus."
Jadi seakan terbentuk mindset, bahwa pada akhirnya ketika kita (perempuan) bekerja, toh pada akhirnya kita akan dihadapkan pada pilihan antara bekerja atau keluarga. Jadi disaat perempuan menikah dan kemudian melahirkan, setelah melewati 3 bulan cuti melahirkan, beberapa akan mengalami performance merosot, ada juga yang meneruskan kerja karena butuh tambahan penghasilan, untuk beberapa yang kuat financially memutuskan berhenti.
Tapi di buku ini gw belajar bahwa negotiating akan sangat membantu. Ketika kita menghadapi pilihan antara harus bekerja atau tidak, dan kita sebenernya menyukai pekerjaan kita tapi mengalami hambatan untuk punya balanced life di rumah, komunikasikan sama atasan kita. Bisa jadi mereka ternyata sangat mengerti dan akhirnya ada solusi untuk keduanya. Diceritain juga lho, beberapa orang yang udah lama berenti kerja, terus ditawarin balik dan sempet ga mau karena mereka mikir udah ga sanggup atau ntar anak-anak gimana. Terus mereka jujur bilang dan ngajuin syarat-syarat ke atasannya dan dapet win win solution. Bahkan gw sendiri kenal, istri seorang temen di kantor, saking atasannya suka banget sama kerjaannya, dia ditawarin kerja di rumah aja setiap hari atau dateng ke kantor kapan dia mau!  
Jadi, jangan dulu putus asa sebelum mencoba.


4. Lets Juggle! Di buku ini Sheryl mengakui hal-hal yang menurut dia sendiri terkadang menyakitkan, mesti berangkat kerja ninggalin anak misalnya atau disaat anaknya jatuh dan lebih milih nanny ketimbang cari ibunya. Dia bilang 
"Guilt management can be just as important as time management for mothers. When I went back to my job after giving birth, other working mothers told me to prepaire for the day that my son whould cry for his nanny. Sure enough, when he was about eleven month old, he was crawling on the floor of his room and put his knee down on a toy. He looked up for help, crying and put his knee down on a toy. It pierced my heart, but Dave thought it was a good sign. He reasoned that we were the central figures in our sons life, but forming an attachment to caregiver was good for his development. I understood his logic, especially in retrospect, but at the time, it hurt like hell"
Sering gw liat bahkan alami, anak sakit padahal harus ke kantor, dan ga semua perusahaan dan bos mau ngerti lo kalo anak buahnya harus mendadak ijin atau pulang cepat dari kantor karena anak sakit. And again, untuk bagian ini Alhamdulillah lagi dan lagi, gw diberi kesempatan selalu bekerja dengan bos-bos yang pengertian. See, I am trully blessed. 
Banyak hal bisa jadi tidak sesuai rencana, toh seberapapun kita well planned, akan selalu ada hal-hal yang missed. Penting untuk kita menerima bahwa kita tidak bisa melakukan semuanya. Di kantor ada teman kerja yang senantiasa membantu, di rumah ada pasangan dan mungkin asisten rumah tangga atau orang tua yang sigap setiap saat. We definitely can't do all by ourself. Jadi ketika beberapa hal tidak sesuai rencana, terima keadaan itu karena itu emang normal.

5. Last but not least, lets appreciate other people choices! Percaya ga sih, kalo banyak komentar itu datengnya dari perempuan ke perempuan lain. Entah mommies war atau cheerleader vs nerd girls kaya di film-film remaja Holywood sampe sinetron Indonesia. Mari kita mengurangi komentar negatif terhadap orang lain, entah perempuan atau laki-laki.
"There are so many powerful reasons to exit the workforce. Being a-stay-at-home parent is a wonderful, and often necessary, choice for many people. Not every parent needs, wants, or should be expected to work outside home. In addition, we do not control all the factor that influence us, including the health of our children. Plus, many people welcome the opportunity to get out the rat race. No one should pass judgement on these highly personal decisions. I fully support any man or woman who dedicates his or her life raising the next generation. It is important and demanding and joyful work"
Ah ga seru donk kalo gw ceritain semua isi bukunya bilang aja pegel hehe.
Sekian review dari gw, mohon maaf kalo ada salah kata.

Selamat membaca!

2014-04-10

VOTE! (and a bit bout shoes)

Apapun pilihan gw yang penting milihnya pake sepatu baru! #apeu

How was your election day holiday?
Pusing ga milih caleg yang nantinya bakal membawa inspirasi rakyat?

Setelah pencarian lewat wikikandidat.com, jariungu dan beberapa situs-situs lainnya akhirnya ada juga sedikit pencerahan. Biasa liat CV orang IT, sekarang liat CV Caleg. Perbedaannya cukup signifikan. Dari mulai liat sekolah, kursus yang diikuti, prestasi yang sudah dimiliki, apakah dia anggota DPR/DPD/DPRD periode kemarin.

Walaupun dibilang pencerahan bukan berarti yakin 100% bahkan dibilang 50% jg susah ya. Namapun ga kenal langsung jadi emang agak susah ya kalo buat diri gw pribadi buat milih calon legislatif perorangan gini. Jadi lebih banyak sambil bismillah aja mudah-mudahan pilihannya bener. :) 

Itu cerita sedikit serius. Nah abis nyoblos langsung donk kita ke Matahari karena nyokap gw udah ribut dari pagi kalo Matahari diskon 50% pas pemilu. Yaudah deh kita cuss ke Matahari, gw ama Chaca sih ga niat beli apa-apa cuma pengen cari sepatu buat Ghiffari soalnya yang ada dan cuma satu-satunya *tutup muka* udah kesempitan. 

Ternyata banyak banget promo buy 1 get 1. Lumayan lah akhirnya kita bungkus juga buat bocah ganteng idaman hati emaknya. 

Cuman ada 2 warna ini yang nomernya cukup tapi gw demen deh!
Abis itu kita ke B&R buat buy 1 get 1 Ice Creamnya. Tadinya abis itu mau ke Starbucks juga tapi Chaca males katanya dan gw ga minum kopi jadi yasudahlah. Promo Pemilu kita segitu aja.

Lumayanlah pemilu kali ini banyak promonya :) 


2014-03-31

[Wisata Kuliner] Bukit Air Ciomas Bogor


If only I can see this kinda view everyday
How was your long weekend?


I hope you all had a mighty fun like I do. Tanggal 1 April ini kakak laki-laki gw ulang tahun. Tapi seperti tahun kemarin pasti pas hari H nya ulang tahun dia lagi di Kalimantan. Jadi selalu ada early bday lunch yang kita selalu sebut makan-makan aja bukan karena ulang tahun, takut pamali kan ulang tahunnya belum. :)


Seperti biasa yang bertugas cari tempat makan siapa lagi kalo bukan gw. Dan tentunya bermodal google, gw coba cari tempat sana sini yang belum pernah kita datengin. Dan kali ini pilihan gw jatuh ke Bukit Air Ciomas.


Pas liat di google maps sih jarak dari rumah gw ke Bukit Air ini diklaim hanya 16 menit. Udah pasti gw gak percaya donk haha dan ternyata tadi perjalanannya emang lebih dari 30 menit. Karena jalan yang kecil di beberapa persimpangan jalan kita harus gantian sama mobil/angkot lain dan banyak juga jalanan yang rusak dan bolong-bolong.


Tempatnya dibikin suasana sawah dengan saung saung diatas kolam. Cuaca yang panas berasa lebih adem walaupun sempet terik banget mataharinya. Pemandangan hijau dimana-mana. Rasanya tenang.

Sehari sebelumnya kita udah reserved duluan buat minta tempat dengan pemandangannya tepi sawah. Dan ternyata udah banyak banget orang yang reserved lebih dulu daripada kita jadi kita dapet agak dalem, gak langsung ngadep sawah.


Persis depan saung kita


Daptar Menu yang bikin ngakak karena judul makanannya
Setelah pesen makanannya cepet banget datengnya. Pelayanannya cukup oke menurut kita. Kalo soal rasa, mungkin ini masalah selera. Kalo buat kita sih lumayan enak, tapi bukan yang enak banget juga.
Yang jadi jagoannya sih Sop Nila Kalapa Tingting ini tapi karena yang suka sop ikan cuma ipar gw dan dia juga lagi gak kepengen jadi akhirnya ga mesen.

...piring jadoel... 


Liat foto-foto ini dan makan siang tadi bikin gw inget jaman waktu kecil pulang kampung ke Cirebon tempat kakek nenek gw dari pihak Papa. Oh iya, ulukutek leunca nya enak sambil pake nasi putih dicocol sambel ulek! Hmmm nikmat...

Pengen mancing tapi alat pancingnya udah keabisan :( 

Having so much fun, eh?

Me with the kids yang lagi pada manyun karena keabisan alat pancing jadi cuma bisa sirik liat pengunjung lain yang udah kebagian duluan
Jadi disini disediain alat pancing dan area pemancingan, dan kalo info dari plang diluar resto  bisa juga buat ngadain acara outbound dan ada juga belajar menanam padi dan belajar membatik lho.

Di sela-sela makan biasanya ada 2 mas-mas yang bakal menghibur dengan gitar dan bass. Bisa request lagu jg tapi sayangnya ga bisa lagu anak-anak padahal Ghiffari ama 2 gadis kesayangan gw ini udah berharap-harap sambil ngeliatin mas nya. 

Balonku donk Mas :D
Tempat parkirnya cukup luas
Lumayan seru buat menutup long wiken kali ini. Kemana lagi kita minggu depan?

2014-03-23

Ancol yuk...


Kita udah kangen banget pengen liburan. Tapi gak mau yang naik pesawat dan jauh.
Pengen yang deket-deket aja.
Yang penting ga ke tempat yang itu-itu aja.

Akhirnya kita pilih buat weekend getaway ke Ancol.

Setelah browsing ternyata Mercure punya kamar-kamar baru pas liat gambar-gambar di webnya lumayan ok. Jadi nginep deh 2 malem biar puas keliling-keliling sambil wisata kuliner.

Kalo diliat dari luar gedungnya keliatan banget ya udah tua. Tapi dalemnya kemungkinan udah direnovasi juga sih. Desainnya modern dan cukup gede at least buat kamar yang gw tempatin. Kalo kata petugas di sisi gedung yang lain masih kamar lama. 


Yang sore itu langsung dicek adalah kolam renang. Fasilitas kolam renangnya cukup lumayan ada sliding dan permainan air segala. Jadi ga usah ke Atlantis Water Adventure deh kita pikir. Soalnya Ghiffari juga gak gitu tertarik dia lebih seneng berenang beneran aja gitu di kolam :) 



Besok paginya abis sarapan langsung belok ke kolam deh bocahnya.


Abis berenang kita langsung siap-siap dan pergi ke Seaworld.

SEAWORLD

Tiket masuk Weekend  90K IDR sementara Weekday 70K IDR
Kita dateng muter-muter terus masuk ke Terowongan sambil nunggu waktunya pemberian makan pertama jam 11.00 

MC nya lumayan kocak sih dan kids friendly lumayan banyak juga pengunjungnya tapi gak rame banget. Jalan-jalan tuh masih enak banget. Mungkin karena bukan long weekend dan bukan liburan anak-anak juga.

Macam turis!

Entah kenapa gw tertarik banget ama neh telepon dalam air. Keren aja gitu. Mungkin ini kalo ada yang nyelem mau nelpon rumah dulu bisa kali ya :p


Bisa pegang-pegang ikan lho... Anak-anak pasti seneng deh.

Disini ada beberapa kolam yang ngebolehin kita pegang kura-kura atau ikan. Kalo Ghiffari langsung ogah suruh megang, takut dia -____- Tapi ini reaksi biasa dia sih setiap ketemu hal baru. Jadi kita berdua ga heran begitu dia ogah suruh pegang-pegang kura-kura.

Oh ya, dari sini gw baru tau (atau baru inget mungkin waktu kecil pernah belajar) kalo ternyata kura-kura dan penyu itu bedanya lumayan signifikan!

Sebenernya masih ada beberapa pertunjukan lain, tapi Ghiffari udah cranky diduga lapar. Jadi kita keluar aja dulu buat makan. Toh kalo mau masuk lagi kan tinggal tunjukin cap di tangan.
Akhirnya kita putusin mau ke Gelanggang Samudera Ancol, liat Lumba-lumba. Keluarlah kita ke parkiran terus ngambil mobil buat ke arah Gelanggang Samudera Ancol.

GELANGGANG SAMUDERA ANCOL

Tiket Weekend : 120K IDR
Tiket Weekday : 90K IDR

Begitu kita mau masuk gerbang ternyata ada lagi loket tiket yang mana ada di sebrang SeaWorld! Jadi apa coba guna kita ambil mobil terus cari parkiran lagi. Gubrak banget ya hehe.. 
Besok-besok kalo mau kesini langsung nyebrang aja dari pintu SeaWorld itu langsung gerbangnya Gelanggang Samudera Ancol kok.

Begitu masuk kita liat-liat pemandangan di sekitar area sini plus naek Ubur-Ubur.

Hippo! Kuda Nil badannya gede banget ya?

Sambil liat jadwal pementasan.

Pentas Singa Laut      13.30
Pentas Lumba-lumba 14.15

Kemaren ini panas lumayan menyengat, abis solat terus nonton pesta singa laut dan gw serius udah sama sekali ga inget gimana dulu nonton ini waktu kecil. Dan ternyata gw terhibur banget. Menurut gw ini bagus buat semua kalangan tua dan muda. Anak kecil pada ketawa-ketawa kaya puas banget. Ghiffari bengong kaya terhipnotis gitu. Reaksi standar dia kalo nemu yang baru-baru.

Ceritanya singa lautnya malu jadi tutup muka

Begitu selesai kita langsung menuju pentas lumba-lumba. Sepertinya emang udah diatur sedemikian rupa supaya kita bisa nonton dari satu pentas ke pentas yang lain. 

Entah kenapa gw inget lagunya si Bondan Prakoso waktu kecil "si Lumba Lumba"

Abis pentas lumba-lumba ini ada lagi pentas aneka satwa. Tapi kita ga nonton karena Ghiffari udah teler berat waktunya tidur siang, dan gw berdua Chaca laper karena belum makan siang sementara itu udah mau jam 3 lewat. 

Sayang sih soalnya kita juga sebenernya kepengen nonton sinema 4D selain Pentas Aneka Satwa. Lain kali kalo kita kesini lagi deh.

Menurut gw fasilitas umumnya sekarang udah lumayan ya di Ancol, dari mulai halte tunggu, can machine, mainan buat anak, kamar mandi pun sepertinya lebih bersih beberapa kloset juga keliatan baru.
Mudah-mudahan bisa dipelihara, dicat kembali supaya keliatan lebih menarik kedepannya.

DARMAGA ANCOL

Sepulang dari makan siang eh sore ya, kita pulang ke hotel bentar solat dan taro barang terus masih lanjut lagi ke Darmaga deket hotel. Ghiffari main sepeda sampai maghrib, muter-muter keliling situ, Chaca sibuk foto-foto sana sini. Gw jalan bareng Ghiffari sambil liat sekeliling, ada wahana baru Epic Cable Park semacam skateboarding diatas air. Sempet liat beberapa yang udah jago atau yang baru pertama kali nyoba. Lucu deh.. Gw sih ga ada nyali ikut gituan :D

Luas yaa bisa sambil liat kanan kiri ga kaya di rumah tabrak sana sini T_T

Yang disebrang itu Putri Duyung Cottage





2014-03-18

Baca lagi tulisanmu!

Gw sukses senyum-senyum gak jelas siang ini. (Gak lagi sibuk emang di kantor)
Gara-garanya abis baca tulisan lama di blog. Terus ngakak baca-baca conversation ama Ghiffari atau Chaca.

Berikut cuplikan tulisan yang bikin gw senyam senyum gak jelas


Email masuk dari Chaca

Dear Istri Bahenol,

Sehubungan dengan rencana liburan kita, berikut adalah pilihan tempat tinggal kita...
...
...
...
...
...
...

Tertanda,
Suami Berotot

diambil dari tulisan Funny Stories of  the Week

Perjuangan nyuruh Ghiffari tidur yang masih berlanjut sampe sekarang di Tidur donk Nak!

Mau tidur siang
M: Aa tidur yukkk (giring ke kamar)
G: Yukkk
set jam kemudian
G: Pup
M: yaudah kita cebok dulu
set jam kemudian
G: Pup
M: Yaudah kita cebok dulu (lagi)
selesai cebok
M: Kan udah pup sekarang tidur donk
G: *nyanyi kereta api, burung kakatua,  topi saya bundar, (semua lah sekaset gw rasa)
M: *ketiduran (hahahhaahha ya maap)
G: Ma, pensil Upin Ipin
M: yaudah tapi satu aja yaa
G: Bolehlah
M: Bilang apa donk Makasih gitu
G: Sama-sama
M: (-____-!!)
Ghiffari ngambil tangan gw minta dipeluk sambil pantatnya ditepuk-tepuk (bahkan nepuknya pun dia yang atur kekuatan dan ritmenya)
G: Pepaya, Semangka, Alpukat, Apel, Rambutan (semua buah disebut)
G: sapi moo, ular ttsaaah, ayam kukuk...
dan beberapa detik kemudian Ghiffari merem...
dan gw udah ga ngantuk lagi (x_x)

Ngobrol ama Ghiffari dari waktu ke waktu di cerita Anak siapa sih?

M : Aduh ganteng amat, namanya siapa?
G : Giiiii Paaaa Liiii (sambil goyang badan kanan dan kiri balik ke kanan)
M : oooo Pinter kalo ini siapa ya (tunjuk diri sendiri)
G : Maaamaaaa
M : pinter amat sih kalo Ghiffari anak siapa
G : *bengong
M : *ngasih hint "Maaaa?"

G : Manggisssss *nyengir

Kalo dipikir-pikir untung juga iseng iseng ngeblog beberapa taun belakangan. Kalo lagi suntuk terus mikir pengen ini pengen itu pas baca lagi tulisan lama jadi inget kenapa dulu pengen gini kenapa dulu pengen gitu.

Nostalgia? Baca aja lagi tulisan lama :)